Teknologi

Meta berencana bawa Kecerdasan Buatan generatif ke gim metaverse miliknya

10
×

Meta berencana bawa Kecerdasan Buatan generatif ke gim metaverse miliknya

Sebarkan artikel ini
Meta berencana bawa Kecerdasan Buatan generatif ke gim metaverse miliknya

DKI Jakarta – Meta berencana untuk menghadirkan lebih tinggi sejumlah sentuhan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) generatif ke pada gim-gim dalam metaverse miliknya.

Gim-gim yang mengandalkan teknologi augmented reality (AR) juga virtual reality (VR) itu sempat meroket pasca pandemi Wabah usai namun di setiap tahun terakhir popularitasnya melesu sebab masyarakat mengalihkan pandangannya pada Kecerdasan Buatan generatif yang mulai naik daun.

Dalam laporan TechCrunch, Selasa (2/6), didapati fakta bahwa Meta berada dalam membuka lowongan pekerjaan untuk ahli Artificial Intelligence agar bisa saja meneliti serta menciptakan prototipe pengalaman baru bagi konsumen bisa jadi merasakan permainan VR serta AR yang mana didukung dengan Kecerdasan Buatan generatif.

Fokus pengembangan gim itu secara khusus sebenarnya adalah untuk Horizon, rangkaian game metaverse, aplikasi, lalu sumber daya kreasi Meta. Namun hal ini mungkin saja meluas ke gim dan juga pengalaman pada jaringan “non-Meta” seperti ponsel pintar kemudian PC.

“Ini adalah bidang yang baru lahir tetapi mempunyai peluang untuk menciptakan pengalaman baru yang tersebut bahkan tidaklah mungkin saja ada pada waktu ini,” demikian bunyi deskripsi dari lowongan pekerjaan tersebut.

Lebih lanjut deskripsi itu berbunyi, “Inovasi pada bidang ini dapat memberikan efek dramatis pada biosfer lantaran akan meningkatkan efisiensi dan juga memungkinkan tambahan berbagai konten untuk dibuat.”

Saat dimintai tanggapan, Meta masih enggan mengonfirmasi mengenai lowongan pekerjaan tersebut.

Bisa dibilang upaya baru ini dilaksanakan lantaran meskipun jualan perangkat metaverse-nya yaitu Quest meningkat, namun minat penduduk terhadap sistem realitas campuran buatan Meta yaitu Horizon masih terbilang rendah serta justru menciptakan kerugian operasional.

Selain mencoba peruntungan dengan Teknologi AI generatif, Meta baru-baru ini mengubah strategi jaringan metaverse-nya sehingga produsen headset pihak ketiga dapat melisensikan beberapa layanan berbasis perangkat lunak Quest, seperti pelacakan tangan dan juga tubuh.

Pada ketika yang dimaksud sama, Meta sudah pernah meningkatkan pembangunan ekonomi di proyek game metaverse yang digunakan dilaporkan sebagai hasil dari minat pribadi baru direktur utama Meta Mark Zuckerberg pada mengembangkan gim untuk headset Quest.

Meta telah dilakukan menyampaikan minatnya pada pengalaman metaverse Kecerdasan Buatan generatif sebelumnya.

Pada 2022, Zuckerberg sempat memamerkan prototipe gim bernama "Builder Bot", yang memungkinkan pemukim memulai pembangunan bagian dari bola virtual dengan mendeskripsikannya menggunakan perintah singkat atau prompt seperti “Ayo pergi ke pantai.”

Lalu pada 2023, pada sebuah unggahan blog, Kepala Teknologi Meta kemudian Reality Labs Andrew Bosworth menjelaskan pihaknya mengembangkan alat Teknologi AI generatif yang digunakan dapat membantu “menyamakan kedudukkan” pada menghasilkan konten metaverse.

"Sama seperti Instagram yang dimaksud membantu siapa pun berubah menjadi kreator, (alat Teknologi AI generatif ini) tidaklah hanya sekali akan meningkatkan kekuatan setiap kreator. Mereka juga akan bertugas sebagai pengganda kekuatan bagi pengembang, memberikan regu kecil kekuatan dari studio yang dimaksud lebih tinggi besar serta mempercepat perubahan secara menyeluruh," tulis Andrew.

Meta awal tahun ini mengutarakan bahwa mereka itu berencana menghabiskan miliaran dana untuk Teknologi AI generatif juga membentuk pasukan tingkat menghadapi baru yang mana berfokus pada komoditas Artificial Intelligence generatif seperti karakter Kecerdasan Buatan dan juga iklan.

Pada bulan April, Zuckerberg menyampaikan peringatan bahwa dibutuhkan waktu “bertahun-tahun” bagi perusahaan untuk memunculkan uang dari Teknologi AI generatif yang digunakan menunjukkan bahwa penanaman modal yang disebutkan tak akan mengubah nasib Reality Labs miliknya pada waktu dekat.

 

Artikel ini disadur dari Meta berencana bawa AI generatif ke gim metaverse miliknya