Teknologi

tanah Israel Diduga Gunakan WhatsApp untuk Menargetkan Warga Palestina

16
×

tanah Israel Diduga Gunakan WhatsApp untuk Menargetkan Warga Palestina

Sebarkan artikel ini
tanah negara Israel Diduga Gunakan WhatsApp untuk Menargetkan Warga Palestina

JAKARTA – Aplikasi instruksi WhatsApp diduga digunakan untuk berusaha mencapai warga Palestina yang tak bersalah melalui sistem kecerdasan buatan Israel, Lavender. Hal ini membuat kemarahan bola internasional akibat banyak penderita sipil berjatuhan.

Dalam laporan terbaru awal bulan ini, majalah Israel-Palestina +972 Magazine serta outlet berbahasa Ibrani Local Call menerbitkan laporan, yang mengungkap penyelenggaraan sistem Artificial Intelligence oleh tentara Israel. Sistem yang disebutkan mampu mengidentifikasi target yang mana terkait dengan gerakan Hamas atau Jihad Islam Palestina.

Dilansir dari Arab News, Hari Sabtu (20/4/2024), pengungkapan ini didukung informasi dari enam personel intelijen negara Israel yang terlibat di proyek tersebut. Hal ini tentu hanya memicu kemarahan internasional, lantaran menyatakan Lavender sudah digunakan oleh militer untuk memiliki target juga melenyapkan dituduh militan, yang dimaksud seringkali mengakibatkan korban sipil.

Dalam postingan blog baru-baru ini, insinyur perangkat lunak dan juga aktivis Paul Biggar menyoroti ketergantungan Lavender pada WhatsApp. Dia menunjukkan bagaimana keanggotaan pada grup WhatsApp yang tersebut berisi terdakwa militan dapat mempengaruhi rute identifikasi Lavender.

“Detail yang digunakan sedikit dibahas di artikel Lavender Artificial Intelligence adalah bahwa tanah Israel membunuh penduduk akibat berada di grup WhatsApp yang tersebut serupa dengan terdakwa militan. Ada sejumlah yang mana salah dengan hal ini,” tulis Bigger.

Dia menjelaskan bahwa pengguna kerap kali berada di kelompok dengan pendatang asing atau kenalan. Biggar juga menduga perusahaan induk WhatsApp, Meta, kemungkinan besar terlibat, baik secara sadar atau tidak, di operasi ini.

Dia menuduh Meta memiliki kemungkinan melanggar hukum humaniter internasional kemudian komitmennya terhadap hak asasi manusia, sehingga mengakibatkan pertanyaan tentang klaim privasi juga enkripsi layanan arahan WhatsApp.

Sejak sebelum konflik dimulai, Meta telah lama menghadapi tuduhan standar ganda yang dimaksud menguntungkan Israel. Pada bulan Februari, The Guardian mengungkapkan bahwa Meta sedang mempertimbangkan perluasan kebijakan ujaran kebencian berubah jadi istilah “Zionis.”

Baru-baru ini, Meta juga diam-diam memperkenalkan fasilitas baru pada Instagram yang mana secara otomatis membatasi paparan pengguna terhadap konten yang mana dianggap “politis”. Keputusan ini dikritik oleh para ahli sebagai cara untuk menyensor konten pro-Palestina secara sistematis.

Juru bicara WhatsApp mengemukakan bahwa perusahaan tiada dapat memverifikasi keakuratan laporan yang dimaksud namun meyakinkan bahwa WhatsApp tak miliki pintu belakang serta tiada memberikan informasi massal untuk pemerintah mana pun.

Artikel ini disadur dari Israel Diduga Gunakan WhatsApp untuk Menargetkan Warga Palestina