Berita

Keluar dari Daerah Gaza Tertunda, Relawan MER-C Pasrah serta Tetap Bantu Rumah Sakit

12
×

Keluar dari Daerah Gaza Tertunda, Relawan MER-C Pasrah serta Tetap Bantu Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
Keluar dari Daerah Kawasan Gaza Tertunda, Relawan MER-C Pasrah dan juga Tetap Bantu Rumah Sakit

JAKARTA – Perjalanan meninggalkan Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C tertunda akibat invasi Israel. Alhasil, para volunteer yang mana ketika ini masih berada di Rafah, Wilayah Gaza Selatan, belaka dapat pasrah juga kekal bertugas membantu di dalam beberapa jumlah rumah sakit.

Empat volunteer EMT MER-C diarahkan oleh WHO untuk bertugas di dalam Rumah Sakit Al Kuwaiti, sejak Rabu (8/5/2024). Tim terdiri dari dokter spesialis bedah orthopedi, dokter layanan primer kemudian perawat.

Salah satu sukarelawan medis MER-C Ita Muswita mengatakan, RS Kuwaiti berubah jadi pintu pertama pasien. Sehingga, sejak ditugaskan merek banyak menerima pasien individu yang terjebak dengan segera pertempuran yang terkena bom, teristimewa luka bakar yang dimaksud perlu dirujuk.

“Alhamdulillah kami mampu bantu mereka itu sebelum border (perbatasan) dibuka. Atas izin Allah, kami menerima apa pun bentuk takdir Allah, lantaran memang sebenarnya ini yang terbaik dari Allah. Doa kan kami masih istikamah di tugas,” kata Ita di keterangan, hari terakhir pekan (10/5/2024).

Tim MER-C bertugas sama-sama Tim EMT dari Mercy Malaysia, membantu tenaga medis lokal memberikan pertolongan untuk para individu yang terjebak serangan. Selain dalam RS Kuwaiti, sukarelawan EMT MER-C lainnya, yaitu dua perawat juga masih bertugas di dalam klinik Tal Al-Sultan Primary Health Care Center.

Sejak Kamis pagi (9/5/2024), kedua volunteer membantu melayani pasien serta penderita luka-luka yang digunakan terus berdatangan. Sementara itu, RS An Najjar yang digunakan biasa berubah menjadi lokasi tugas TIM EMT MER-C, pada waktu ini sudah ada berhenti beroperasi.

Saat ini sukarelawan MER-C yang digunakan masih berada dalam Wilayah Gaza ada sekitar 12 orang. Sebelumnya, pada Awal Minggu (6/5/2024) aktifitas medis sukarelawan MER-C sempat dihentikan perkara serangan darat tanah Israel ke Rafah. Hal yang disebutkan juga mengakibatkan pergerakan masuk serta pergi dari Kawasan Gaza untuk semua Tim EMT dibawah koordinasi WHO ditunda, di antaranya Tim EMT MER-C.

Artikel ini disadur dari Keluar dari Gaza Tertunda, Relawan MER-C Pasrah dan Tetap Bantu Rumah Sakit