Teknologi

Kehebatan Robot Rusia, Mampu Menanam Ranjau secara Senyap ke tanah Ukraina

29
×

Kehebatan Robot Rusia, Mampu Menanam Ranjau secara Senyap ke tanah Ukraina

Sebarkan artikel ini
Kehebatan Robot Rusia, Mampu Menanam Ranjau secara Senyap ke tanah negeri Ukraina

JAKARTA – Rusia telah terjadi menciptakan robot-robot canggih yang dimaksud mampu memulai pembangunan ladang ranjau di medan perang. Gadget tanpa awak ini sudah pernah diterjunkan pada wilayah konflik dalam Ukraina.

Menanam ranjau ke suatu area adalah salah satu strategi paling simpel dan juga hemat biaya untuk membatasi pergerakan musuh. Menavigasi di dalam sekitar ladang ranjau adalah pendekatan yang optimal, namun melakukan operasi dalam medan seperti itu menjadi sangat menantang. Ladang ranjau banyak berubah menjadi fokus tembakan artileri lalu rentan terhadap serangan mendadak, termasuk serangan oleh rudal anti-tank.

Intinya, satu-satunya taktik yang mana efektif adalah menggerakkan maju di formasi yang tersebut dilindungi oleh kendaraan penjinakan ranjau khusus, yang digunakan berubah jadi target utama untuk dihancurkan akibat perannya yang mana penting. Hal ini dicontohkan oleh Rusia selama serangan terkenal merek di dekat Vuhledar pada tahun 2022, di dalam mana merekan mengalami jatuhnya banyak korban, serta pada tahap awal pertempuran pada dekat Avdiivka, dan juga oleh tanah Ukraina selama serangan musim panas yang dimaksud gagal di Zaporizhzhia pada tahun 2023.

Dilansir dari Essanews, hari terakhir pekan (12/4/2024), ladang ranjau adalah tindakan defensif yang dimaksud efektif, tetapi tantangannya terletak pada penanamannya ke dekat garis depan tanpa diketahui oleh musuh. Sebelumnya, ini hanya sekali dapat dicapai melalui proyektil roket khusus dari peluncur roket multi-laras seperti BM-30 Smerch, BM-27 Uragan, BM-21 Grad, atau M270 MLRS, lalu sistem penambangan lengkap seperti ISDM Zemledeliye.

Namun baru-baru ini, pasukan negeri Ukraina sudah memperkenalkan berubah-ubah robot lalu drone yang dirancang untuk memasang ranjau secara diam-diam di pada garis musuh. Beberapa perangkat dirancang untuk menempatkan ranjau TM62 konvensional tunggal atau ganda, sementara yang tersebut lainnya dilengkapi untuk menyebarkan ranjau tipe PTM-3.

Konsep ini telah terjadi diadopsi oleh Rusia, yang digunakan telah lama mengembangkan sistem robot yang tersebut mampu merancang ladang ranjau hingga jarak 30 meter, mencakup area dengan lebar sekitar 8-10 meter lalu panjang 18-20 meter, dengan jarak antar ranjau sekitar 2 meter.

Robot Rusia ini dilengkapi dengan peluncur PKM-1 sejumlah sembilan buah, diisi dengan material peledak dan juga ranjau anti-personel atau anti-tank. Ranjau diledakkan dari jarak sangat jauh melalui kabel sepanjang sekitar 50 meter.

Kontainer KSF-1 misalnya dapat menghadirkan 71 ranjau PFM-1, yang digunakan dirancang berbentuk kupu-kupu kemudian berisi materi peledak 75 gram di wadah plastik lunak. Pemampatan wadah memicu ledakan yang tersebut dapat menyebabkan cedera parah.

Sementara itu, wadah KSO-1 dirancang untuk menampung satu ranjau anti-tank PTM-3, yang diisi dengan 1,8 kg komponen peledak, cukup kuat untuk merusak, misalnya, rel kendaraan tempur infanteri.

Perang dalam negeri Ukraina telah terjadi tumbuh bermetamorfosis menjadi peperangan kedudukan di beragam lokasi, di dalam mana pemakaian ranjau, drone, serta artileri secara strategis berperan penting.

Artikel ini disadur dari Kehebatan Robot Rusia, Mampu Menanam Ranjau secara Senyap di Ukraina