Internasional

Para Jenderal negeri Israel Dukung Penghentian Perang Wilayah Gaza walaupun organisasi Hamas Tetap Berkuasa

15
×

Para Jenderal negeri Israel Dukung Penghentian Perang Wilayah Gaza walaupun organisasi Hamas Tetap Berkuasa

Sebarkan artikel ini

Jakarta – milPara jenderal tertinggi militer Israel memperkuat penghentian serangan militer terhadap Jalur Wilayah Gaza yang terkepung, meskipun hal yang disebutkan akan menimbulkan Pergerakan Perlawanan Palestina, Hamas, terus berkuasa, demikian dilaporkan New York Times, Senin, 1 Juli 2024, mengutip enam pejabat keamanan ketika ini dan juga sebelumnya.

Para jenderal yang disebutkan percaya bahwa gencatan senjata akan bermetamorfosis menjadi cara terbaik untuk membebaskan 120 warga tanah Israel yang tersebut masih ditahan sebagai tawanan pertempuran di dalam Gaza. Mereka menjelaskan bahwa pasukan, yang mana menurut mereka “tidak diperlengkapi dengan baik untuk melanjutkan pertempuran terlama negara Israel di beberapa dekade ini”, penting waktu untuk pulih di persiapan untuk kemungkinan peperangan berperang melawan Hizbullah, kata para sumber tersebut.

Para pejabat keamanan menyatakan bahwa gencatan senjata dengan organisasi Hamas juga dapat memfasilitasi tercapainya kesepakatan dengan Hizbullah yang tersebut telah lama berulang kali menyatakan bahwa keterlibatannya dengan negara Israel akan berhenti di mana Tel Aviv menghentikan peperangan genosida di dalam Gaza.

Surat kabar yang dimaksud melaporkan bahwa sikap militer di gencatan senjata mencerminkan perpindahan besar di pemikirannya selama beberapa bulan terakhir, pasca berubah jadi jelas bahwa Pertama Menteri Benjamin Netanyahu menolak untuk menyatakan atau berikrar pada rencana pasca-perang.

Eyal Hulata, mantan penasihat keamanan nasional Israel, menyatakan untuk New York Times bahwa negara Israel masih mampu memerangi Hizbullah, namun mengemukakan bahwa “tentara sepenuhnya memperkuat kesepakatan penyanderaan kemudian gencatan senjata.”

“Para pemimpin militer percaya bahwa dia dapat kembali dan juga terlibat secara militer dengan gerakan Hamas di masa depan, serta merekan menyadari bahwa dengan berhenti dalam Gaza, ketenangan akan lebih lanjut kemungkinan besar terjadi dalam Lebanon. Mereka mempunyai tambahan sedikit amunisi, lebih banyak sedikit suku cadang, dan juga lebih banyak sedikit energi dibandingkan sebelumnya, sehingga mereka juga percaya bahwa menghentikan peperangan ke Wilayah Gaza memberikan kami lebih tinggi banyak waktu untuk mempersiapkan diri apabila berlangsung pertempuran yang lebih lanjut besar dengan Hizbullah,” tambahnya.

Netanyahu sudah menolak untuk menghentikan peperangan dalam Gaza, dengan mengungkapkan bahwa tanah Israel akan mencapai tujuannya untuk membebaskan para sandera yang mana ditahan serta mengakhiri peluncuran organisasi Hamas di dalam Jalur Gaza. Namun, kelompok Hamas sudah berulang kali menawarkan untuk membebaskan warga tanah Israel yang ditahan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang digunakan komprehensif.

Tentara negara Israel gelisah akan terjadinya “perang abadi” ke mana energi dan juga amunisinya akan terkikis secara bertahap. Dalam menghadapi skenario ini, membiarkan kelompok Hamas tetap berkuasa untuk sementara waktu dengan imbalan kembalinya para sandera tampaknya merupakan pilihan yang mana paling tidaklah buruk bagi Israel, jelas Hulata. Empat pejabat senior yang dimaksud berbicara dengan kondisi anonim setuju dengannya.

Dalam tanggapannya terhadap laporan surat kabar Amerika tersebut, Netanyahu mengutarakan pada sebuah pernyataan video yang tersebut dikeluarkan oleh kantornya: “Saya tidaklah tahu siapa pihak-pihak yang tersebut tidak ada disebutkan namanya itu, tetapi saya di di lokasi ini untuk menjelaskan dengan tegas: itu tak akan terjadi.”

“Kami akan mengakhiri pertempuran cuma setelahnya kami mencapai semua tujuannya, salah satunya melenyapkan organisasi Hamas kemudian membebaskan semua sandera kami. Eselon urusan politik telah dilakukan menetapkan tujuan-tujuan ini untuk IDF juga IDF mempunyai semua sarana untuk mencapainya,” lanjutnya.

“Kami tidaklah akan menyerah pada kekalahan, baik ke New York Times maupun pada mana pun. Kami dipenuhi dengan semangat kemenangan,” katanya.

Pasukan Perlindungan negara Israel juga menanggapi laporan tersebut, dengan mengutarakan bahwa pihaknya “bertekad untuk terus bertempur hingga mencapai tujuan perang, yaitu menghancurkan kemampuan militer kemudian pemerintahan Hamas, menyebabkan pulang para sandera kami, juga dengan aman mengatasi para penduduk di dalam utara juga selatan ke rumah-rumah mereka.”

MIDDLE EAST MONITOR

Artikel ini disadur dari Para Jenderal Israel Dukung Penghentian Perang Gaza meski Hamas Tetap Berkuasa