Otomotif

Menebak Penyebab Mobil Menabrak Tembok Mal pada Kelapa Gading

60
×

Menebak Penyebab Mobil Menabrak Tembok Mal pada Kelapa Gading

Sebarkan artikel ini
Menebak Penyebab Mobil Menabrak Tembok Mal pada Kelapa Gading

JAKARTA – Video mobil menabrak tembok salah satu pusat perdagangan ke kawasan Kelapa Gading, Ibukota Indonesia Utara (Jakut), menyebar di dalam media sosial. Tapi, apa penyebabnya?

Dalam video yang ditempatkan di bermacam media sosial Mulai Pekan (22/4/2024) itu disebutkan bahwa mobil melaju serta menabrak dinding pusat perbelanjaan Mall of Nusantara (MoI), ke Kelapa Gading Ibukota Utara. Gara-garanya, ada individu anak yang dimaksud menaiki mobil yang disebutkan juga duduk ke bangku kemudi.

Dinarasikan bocah yang disebutkan tidak ada sengaja menginjak pedal gas mobil, setelah itu mobil menabrak tembok mal. Benarkah seperti itu?

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Maulana Mukarom yang mana telah dilakukan melakukan pengecekan ke area tidaklah mengatakan secara jelas kronologi kejadian pada Akhir Pekan (21/4/2024).

Ia hanya saja mengemukakan dua fakta. Pertama, anak yang digunakan terlihat di video masih duduk pada bangku sekolah dasar (SD) kelas I. Kedua, perkara yang dimaksud sudah pernah diselesaikan secara kekeluargaan oleh show room dan juga pihak keluarga.

Mengapa Bisa Mobil Melaju di dalam di Mal?

Diduga, kendaraan yang dimaksud menabrak dinding itu adalah mobil listrik Chery Omoda E5 yang digunakan dipasarkan dalam nilai tukar Rp498 juta.

Seharusnya memang sebenarnya mobil yang digunakan dipamerkan pada pusat perdagangan tiada boleh dinyalakan. Selain suaranya berisik yang mana bisa jadi mengganggu pengunjung, juga gas buang sisa kendaraan bermotor yang dimaksud meninggalkan melalui knalpot mengandung racun seperti CO, CO2, NOX kemudian lainnya yang berbahaya ke pada ruangan.

Hanya saja, mobil listrik Chery Omoda E5 tidaklah mempunyai dua hal tersebut: tak ada kata-kata dan juga tak mengeluarkan gas buang.

Maka, kemungkinan besar semata tenaga penjual mobil sengaja menyalakan untuk memperlihatkan fitur-fitur Chery Omoda E5 terhadap calon pembeli.

Lalu, bagaimana anak SD kelas 1 yang digunakan berusia 6-7 tahun dapat memproduksi mobil berjalan?

Dari pengamatan SINDONews, besar kemungkinan anak yang dimaksud menekan tuas transmisi Chery Omoda E5 yang tersebut ada ke sisi kanan sehingga masuk ke D (Drive). Alhasil mobil pun secara langsung melaju pelan tanpa harus digas. Apalagi, anak kelas 1 SD besar kemungkinan kakinya belum sampai menjangkau pedal gas.

Artikel ini disadur dari Menebak Penyebab Mobil Menabrak Tembok Mal di Kelapa Gading