Lifestyle

Jangan Salah Beli Perhiasan, Ini adalah Perbedaan Emas Putih dengan Perak

14
×

Jangan Salah Beli Perhiasan, Ini adalah Perbedaan Emas Putih dengan Perak

Sebarkan artikel ini

JakartaEmas putih lalu perak adalah dua logam mulia yang dimaksud kerap digunakan di perhiasan. Namun begitu, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Emas putih sebenarnya adalah campuran emas murni dengan logam lain, seperti paladium atau nikel, yang digunakan memberikan warna putih pada logam. Adapun perak adalah logam mulia yang dimaksud mempunyai warna alami yang lebih besar terang.

Dikutip dari Utsav Pedia, emas putih muncul pada 1710 pada saat alkemis Johann Friedrich Böttger dan juga Ehrenfried Walther von Tschirnhaus dalam Jerman mulai mengembangkannya. Pada 1752, logam yang menyerupai emas putih dengan lapisan abu-abu diperkenalkan. 

Versi modern dari emas putih yang kita kenal sekarang baru diciptakan pada 1920-an. Ada dua versi pada sejarah emas putih.

Yang pertama mengemukakan bahwa Belais bersaudara mematenkan formula emas putih pada 1920 dengan mencampur emas, nikel, lalu seng. Sementara versi lain menyatakan bahwa Karl Richter menciptakan emas putih pada 1915 dengan melebur emas dan juga nikel dengan paladium. 

Seiring dengan kurangnya platinum pasca Perang Global II, pembuat perhiasan mulai menggunakan campuran nikel, paladium, atau seng dengan emas murni untuk menciptakan emas putih lalu mengubah warna kuningnya berubah menjadi putih.

Dikutipr dari Gatsby Jewellery, Perak telah terjadi digunakan sejak sekitar 5000 Sebelum Masehi (SM). Awalnya ini dimanfaatkan untuk menghasilkan wadah makan lalu minum juga patung kuno, lalu kemudian berubah menjadi bagian penting pada desain perhiasan kelas penguasa. 

Di Mesir Kuno kemudian Yunani Kuno, perhiasan perak diperuntukkan bagi kelas elit. Sementara pada era Tudor, Stuart, serta Georgia, belaka kalangan menghadapi yang tersebut memiliki akses terhadap perak.

Namun, dengan revolusi sektor pada era Victoria, permintaan akan perhiasan perak meningkat pesat, teristimewa lantaran teknologi produksi massal yang berkembang. 

Saat ini perak masih berubah menjadi substansi utama di bidang perhiasan yang mana diproduksi secara massal, dengan perak murni yang digunakan dicampur dengan tembaga berubah jadi standar pada pembuatan perhiasan perak. 

Menurut Oxford Gold Group, emas putih adalah logam paduan yang dimaksud terdiri lebih banyak dari satu logam. Sebagai contoh, cincin emas putih 18 karat biasanya terdiri dari 75 persen emas jaundice murni juga 25 persen logam lain seperti nikel, seng, atau paladium. 

Namun, emas putih dengan paduan paladium lebih besar bernilai daripada yang mana terbuat dengan paduan nikel, sebab paduan yang dimaksud mengandung logam yang mana lebih banyak mahal.

Sebagian besar perhiasan emas putih juga dilapisi dengan rhodium untuk menjaga dari noda. Rhodium, yang digunakan satu di antaranya di keluarga platinum, merupakan logam mulia termahal dalam dunia.

Sementara perak terdiri dari 92,5 persen perak murni dan juga 7,5 persen logam lain seperti tembaga atau nikel. Karena perak murni sangat lembut, pembuat perhiasan rutin mencampurkannya dengan logam lain seperti seng, tembaga, atau nikel untuk meningkatkan kekuatannya. Namun, nikel tiada cocok bagi yang tersebut miliki alergi, sehingga tembaga tambahan umum digunakan di perak murni.

Emas putih juga perak sekilas terlihat mirip, namun ada beberapa ciri khas yang membedakan keduanya. Perak cenderung mempunyai corak yang mana lebih besar di kemudian berkilau, memberikan tampilan yang lebih besar mewah dan juga elegan. 

Perak yang digunakan telah tua mungkin saja mengalami inovasi warna atau patina, yang dimaksud dapat membuatnya miliki tampilan yang dimaksud lebih besar gelap atau kusam. Sementara itu, emas putih biasanya kekal mempertahankan kilau putihnya berkat lapisan rhodium yang digunakan melindunginya dari noda atau inovasi warna. 

WINDA OKTAVIA

Artikel ini disadur dari Jangan Salah Beli Perhiasan, Ini Perbedaan Emas Putih dengan Perak