Internasional

Negeri Paman Sam Kerahkan Rudal Typhon di dalam Filipina, China Marah dan juga Umbar Ancaman

13
×

Negeri Paman Sam Kerahkan Rudal Typhon di dalam Filipina, China Marah dan juga Umbar Ancaman

Sebarkan artikel ini
Negeri Paman Sam Kerahkan Rudal Typhon di pada Filipina, China Marah serta juga Umbar Ancaman

BEIJING China marah juga mengancam akan merespons pengerahan rudal jarak menengah Amerika Serikat (AS) di dalam Filipina.

Juru bicara Kementerian Defense China Wu Qian, seperti disitir dari EurAsian Times, Hari Jumat (26/4/2024), menyatakan Beijing akan mengambil semua langkah efektif untuk menghindari Amerika Serikat mengacaukan Laut China Selatan.

Komentarnya muncul pasca Amerika Serikat memulai latihan konflik gabungan dengan Filipina—latihan terbesar sejak Perang Dingin—di Laut China Selatan awal pekan ini.

Latihan tersebut, yang diberi nama Balikatan, akan berlangsung hingga 10 Mei 2024 dan juga dilaporkan melibatkan tambahan dari 11.000 tentara Amerika Serikat kemudian 5.000 prajurit Filipina. Fregat Prancis juga pasukan dari Prancis dan juga Australia juga berpartisipasi pada manuver tersebut.

Sekadar diketahui, sistem rudal berbasis darat Mid-Range Capability (MRC) Angkatan Darat Amerika Serikat tiba di dalam Filipina baru-baru ini. Kedatangan senjata itu menyusul kumpulan konfrontasi berbahaya Beijing-Manila ke Laut China Selatan, ke mana kapal-kapal Filipina bermetamorfosis menjadi sasaran meriam air kapal China, sehingga melukai beberapa pelaut Filipina.

Ini adalah pengerahan sistem rudal MRC, yang tersebut juga dikenal sebagai sistem Typhon, ke kawasan Indo-Pasifik untuk pertama kalinya, dan juga ini terjadi di berada dalam rangkaian latihan militer AS-Filipina, diantaranya edisi terbesar yang digunakan pernah ada pada latihan tahunan Balikatan.

Para analis memaparkan Angkatan Darat Amerika belum mengemukakan berapa lama sistem Typhon akan terus berada ke Filipina. Namun, keterlibatannya di rangkaian latihan gabungan antara dua sekutu perjanjian, yang dimaksud pertama dimulai pada tanggal 8 April, mengirimkan sinyal bahwa Amerika dapat menempatkan persenjataan ofensif berada di jarak yang sangat dekat dengan instalasi China pada Laut China Selatan, daratan China selatan, kemudian ke sepanjang Selat Taiwan.

Sistem Typhon mampu menembakkan Standard Missile 6 (SM-6), sebuah amunisi pertahanan rudal balistik yang dimaksud juga dapat memiliki target kapal pada laut pada jarak 370 kilometer (230 mil), menurut Missile Defense Project di dalam Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Ketika diminta untuk mengomentari langkah Amerika tersebut, Wu menyatakan bahwa Beijing dengan tegas menentang penyebaran senjata semacam itu oleh Amerika Serikat di dalam Asia-Pasifik.

Artikel ini disadur dari AS Kerahkan Rudal Typhon di Filipina, China Marah dan Umbar Ancaman