Internasional

Arti Gelar Ayatollah yang mana Biasa Disematkan untuk Pemimpin Tertinggi Iran

15
×

Arti Gelar Ayatollah yang mana Biasa Disematkan untuk Pemimpin Tertinggi Iran

Sebarkan artikel ini
Arti Gelar Ayatollah yang digunakan mana Biasa Disematkan untuk Pemimpin Tertinggi Iran

TEHERAN – Mendengar istilah ‘Ayatollah’, sebagian khalayak akan dengan segera tertuju terhadap Iran. Sebagaimana diketahui, negara yang dimaksud miliki seseorang Pemimpin Tertinggi yang dimaksud biasa menyandang gelar kejuaraan bernama ‘Ayatollah’.

Saat ini, Pemimpin Tertinggi Iran adalah Ali Khamenei. Sebagaimana pendahulunya, ia juga menyandang peringkat ‘Ayatollah’ yang digunakan berada pada depan namanya.

Lantas, apa itu sebenarnya gelar kejuaraan Ayatollah yang dimaksud biasa disematkan untuk pemimpin tertinggi ke Iran? Simak ulasannya berikut ini sebagaimana diolah dari bervariasi sumber, Kamis (25/4/2024).

Arti Gelar Ayatollah untuk Pemimpin Tertinggi Iran

Secara umum, ‘Ayatollah’ biasa diartikan sebagai penghargaan tertinggi yang dimaksud diberikan untuk ulama Syiah. Adapun maknanya sendiri adalah “bukti dari Allah”.

Sebagaimana diketahui, Iran sendiri berstatus sebagai salah satu negara dengan pemeluk Islam Syiah terbesar ke dunia. Maka dari itu, tak heran apabila penghargaan di dalam berhadapan dengan masih dipakai untuk kalangan ulamanya.

Mengutip Council Foreign Relations, Ayatollah juga dapat diartikan sebagai ulama Syiah berpengalaman yang miliki penafsiran luas lalu terus-menerus berubah menjadi sumber teladan.

Sering disandingkan sebagai penguasa ulama dalam Iran, pada dasarnya peringkat Ayatollah adalah sebutan untuk pemimpin agama Islam terkemuka.

Perihal penyebutan Pemimpin Tertinggi, pemimpin revolusi Iran Ayatollah Khomeini pernah memperkenalkan konsep velayat-e faqih atau perwalian ahli hukum.

Mengutip Iran Primer, istilah ini berasal dari Islam Syiah yang tersebut pengikutnya percaya bahwa ada dua belas imam keturunan Nabi Muhammad yang tersebut mewarisi otoritas urusan politik lalu agamanya.

Namun, dikarenakan tak adanya imam ke-12, Khomeini berpendapat otoritas imam yang tersebut hilang dapat dijalankan oleh pemimpin tertinggi yang mana dipilih dari kalangan ulama. Hal inilah yang tersebut menjadikan sosok nampaknya berhak berubah menjadi Pemimpin Tertinggi Iran.

Artikel ini disadur dari Arti Gelar Ayatollah yang Biasa Disematkan untuk Pemimpin Tertinggi Iran