Lantas Bisa Naik Turun Ranjang, Kutipan Hujan Tere Liye


Lantas Bisa Naik Turun Ranjang, Kutipan Hujan Tere Liye

Kutipan “lantas bisa naik turun ranjang” yang terkenal dari novel “Hujan” karya Tere Liye menjadi salah satu ungkapan yang banyak digunakan untuk menggambarkan kondisi kehidupan yang sulit.

Novel “Hujan” sendiri bercerita tentang persahabatan antara Lail dan Esok, dua anak yatim piatu yang berusaha bertahan hidup di tengah kemiskinan dan keterbatasan. Kutipan tersebut merujuk pada perjuangan Lail untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

lantas bisa naik turun ranjang quote hujan tere liye

Kutipan “lantas bisa naik turun ranjang” dari novel “Hujan” karya Tere Liye memiliki makna yang mendalam. Berikut adalah 8 poin penting tentang kutipan tersebut:

  • Perjuangan
  • Kegigihan
  • Harapan
  • Kemiskinan
  • Keterbatasan
  • Kesulitan
  • Kehidupan lebih baik
  • Bangkit

Kutipan ini mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadaan, sekecil apapun harapan yang kita miliki. Dengan perjuangan dan kegigihan, kita bisa bangkit dari keterpurukan dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Perjuangan

Kutipan “lantas bisa naik turun ranjang” dari novel “Hujan” karya Tere Liye sarat akan makna perjuangan. Lail, tokoh utama dalam novel tersebut, harus berjuang keras untuk bisa bertahan hidup di tengah kemiskinan dan keterbatasan.

Sejak kecil, Lail hidup di sebuah panti asuhan. Ia tidak tahu siapa orang tuanya dan tidak memiliki keluarga. Setelah keluar dari panti asuhan, Lail harus bekerja serabutan untuk bisa menghidupi dirinya sendiri.

Lail pernah bekerja sebagai kuli angkut, buruh pabrik, dan pembantu rumah tangga. Ia juga pernah menjadi pengamen dan pengemis. Namun, Lail tidak pernah menyerah. Ia terus berjuang untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Perjuangan Lail akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil mendapatkan pekerjaan tetap sebagai seorang guru. Meskipun gajinya tidak besar, Lail merasa bersyukur karena ia akhirnya bisa hidup layak dan membantu orang lain yang membutuhkan.

Kegigihan

Selain perjuangan, kutipan “lantas bisa naik turun ranjang” dari novel “Hujan” karya Tere Liye juga mengandung makna kegigihan.

  • Tidak menyerah pada keadaan

    Lail tidak pernah menyerah pada keadaan, meskipun ia harus hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan. Ia terus berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

  • Pantang mundur

    Lail pantang mundur dalam menghadapi kesulitan. Ia selalu berusaha mencari cara untuk mengatasi masalah yang dihadapinya.

  • Berani mengambil risiko

    Lail berani mengambil risiko untuk bisa mengubah hidupnya. Ia pernah bekerja serabutan dan bahkan menjadi pengamen dan pengemis.

  • Tidak takut gagal

    Lail tidak takut gagal. Ia selalu belajar dari kesalahan yang dibuatnya dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik.

Kegigihan Lail akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil mendapatkan pekerjaan tetap sebagai seorang guru dan bisa hidup layak.

Harapan

Kutipan “lantas bisa naik turun ranjang” dari novel “Hujan” karya Tere Liye juga mengandung makna harapan.

  • Percaya pada masa depan

    Lail selalu percaya bahwa ia bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, meskipun ia hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan.

  • Bermimpi besar

    Lail tidak pernah berhenti bermimpi besar. Ia ingin menjadi seorang guru dan membantu orang lain yang membutuhkan.

  • Berpikir positif

    Lail selalu berpikir positif, meskipun ia menghadapi banyak kesulitan dalam hidupnya. Ia percaya bahwa semua akan baik-baik saja.

  • Tidak kehilangan semangat

    Lail tidak pernah kehilangan semangat, meskipun ia sering gagal dan kecewa. Ia selalu berusaha bangkit dan terus berjuang.

Harapan Lail akhirnya menjadi kenyataan. Ia berhasil mendapatkan pekerjaan tetap sebagai seorang guru dan bisa hidup layak.

Kemiskinan

Lail, tokoh utama dalam novel “Hujan” karya Tere Liye, hidup dalam kemiskinan sejak kecil. Ia tidak tahu siapa orang tuanya dan tidak memiliki keluarga. Setelah keluar dari panti asuhan, Lail harus bekerja serabutan untuk bisa menghidupi dirinya sendiri.

Lail pernah bekerja sebagai kuli angkut, buruh pabrik, dan pembantu rumah tangga. Ia juga pernah menjadi pengamen dan pengemis. Penghasilannya sangat kecil dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Kemiskinan membuat Lail harus hidup dalam kondisi yang sangat sulit. Ia sering kelaparan dan kedinginan. Ia juga tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Namun, Lail tidak pernah menyerah pada keadaan. Ia terus berjuang untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ia percaya bahwa suatu saat nanti ia bisa keluar dari kemiskinan dan menjalani hidup yang layak.

Keterbatasan

Selain kemiskinan, Lail juga harus menghadapi berbagai keterbatasan dalam hidupnya.

  • Tidak memiliki keluarga

    Lail tidak tahu siapa orang tuanya dan tidak memiliki keluarga. Hal ini membuat Lail merasa kesepian dan tidak memiliki tempat bergantung.

  • Tidak mendapatkan pendidikan yang layak

    Karena kemiskinan, Lail tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Ia hanya bisa bersekolah sampai tingkat sekolah dasar.

  • Tidak memiliki keterampilan

    Lail tidak memiliki keterampilan khusus yang bisa digunakan untuk mencari pekerjaan yang layak.

  • Diskriminasi

    Lail sering mengalami diskriminasi karena status sosialnya yang rendah. Ia sering dipandang sebelah mata dan tidak dianggap oleh orang lain.

Meskipun menghadapi banyak keterbatasan, Lail tidak pernah menyerah. Ia terus berusaha untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Kesulitan

Lail menghadapi banyak kesulitan dalam hidupnya.

  • Kelaparan dan kedinginan

    Lail sering kelaparan dan kedinginan karena kemiskinan yang dialaminya. Ia tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan dan pakaian yang layak.

  • Pekerjaan yang tidak layak

    Lail terpaksa bekerja serabutan untuk bisa menghidupi dirinya sendiri. Ia pernah bekerja sebagai kuli angkut, buruh pabrik, dan pembantu rumah tangga. Penghasilannya sangat kecil dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

  • Diskriminasi

    Lail sering mengalami diskriminasi karena status sosialnya yang rendah. Ia sering dipandang sebelah mata dan tidak dianggap oleh orang lain.

  • Kesepian

    Lail tidak memiliki keluarga dan teman dekat. Ia merasa kesepian dan tidak memiliki tempat bergantung.

Meskipun menghadapi banyak kesulitan, Lail tidak pernah menyerah. Ia terus berjuang untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Kehidupan lebih baik

Lail selalu bermimpi untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ia ingin keluar dari kemiskinan dan keterbatasan yang selama ini membelenggunya.

Lail terus berjuang untuk mewujudkan mimpinya. Ia bekerja keras dan tidak pernah menyerah pada keadaan. Meskipun sering gagal dan kecewa, Lail selalu bangkit dan terus berusaha.

Akhirnya, perjuangan Lail membuahkan hasil. Ia berhasil mendapatkan pekerjaan tetap sebagai seorang guru. Penghasilannya sebagai guru memang tidak besar, tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membantu orang lain yang membutuhkan.

Lail merasa bersyukur karena ia akhirnya bisa hidup layak dan membantu orang lain. Ia percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik, terlepas dari latar belakang dan keterbatasan yang mereka miliki.

Bangkit

Lail adalah sosok yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Meskipun sering gagal dan kecewa, Lail selalu bangkit dan terus berusaha.

Lail percaya bahwa setiap orang memiliki kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan. Ia tidak ingin terus terpuruk dalam kemiskinan dan keterbatasan.

Lail selalu mencari cara untuk memperbaiki hidupnya. Ia belajar dengan giat dan bekerja keras. Ia juga tidak takut untuk mengambil risiko.

Akhirnya, perjuangan Lail membuahkan hasil. Ia berhasil mendapatkan pekerjaan tetap sebagai seorang guru dan bisa hidup layak.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang kutipan “lantas bisa naik turun ranjang” dari novel “Hujan” karya Tere Liye:

Pertanyaan 1: Apa makna dari kutipan “lantas bisa naik turun ranjang”?
Jawaban: Kutipan tersebut menggambarkan perjuangan dan kegigihan seseorang dalam menjalani hidup. Meskipun hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan, namun orang tersebut tetap berusaha untuk bangkit dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Pertanyaan 2: Siapa tokoh yang mengucapkan kutipan tersebut?
Jawaban: Lail, tokoh utama dalam novel “Hujan”.

Pertanyaan 3: Apa latar belakang tokoh yang mengucapkan kutipan tersebut?
Jawaban: Lail adalah anak yatim piatu yang hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan. Ia tidak memiliki keluarga atau tempat bergantung.

Pertanyaan 4: Apa saja kesulitan yang dihadapi oleh tokoh yang mengucapkan kutipan tersebut?
Jawaban: Lail menghadapi banyak kesulitan, seperti kemiskinan, keterbatasan, diskriminasi, dan kesepian.

Pertanyaan 5: Bagaimana tokoh yang mengucapkan kutipan tersebut bisa bangkit dari keterpurukan?
Jawaban: Lail bangkit dari keterpurukan dengan cara berjuang keras, tidak menyerah pada keadaan, dan selalu berusaha mencari cara untuk memperbaiki hidupnya.

Pertanyaan 6: Apa pesan yang ingin disampaikan oleh kutipan tersebut?
Jawaban: Kutipan tersebut ingin menyampaikan pesan bahwa setiap orang memiliki kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Pertanyaan 7: Bagaimana cara menerapkan pesan dari kutipan tersebut dalam kehidupan sehari-hari?
Jawaban: Kita dapat menerapkan pesan dari kutipan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan cara tidak menyerah pada keadaan, selalu berusaha mencari cara untuk memperbaiki diri, dan membantu orang lain yang membutuhkan.

Demikian beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang kutipan “lantas bisa naik turun ranjang” dari novel “Hujan” karya Tere Liye. Semoga bermanfaat.

Tips

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda menerapkan pesan dari kutipan “lantas bisa naik turun ranjang” dari novel “Hujan” karya Tere Liye dalam kehidupan sehari-hari:

1. Jangan menyerah pada keadaan
Apa pun kesulitan yang Anda hadapi, jangan pernah menyerah. Selalu berusaha mencari cara untuk mengatasi masalah dan mencapai tujuan Anda.

2. Selalu berusaha mencari cara untuk memperbaiki diri
Jangan pernah puas dengan keadaan Anda saat ini. Selalu berusaha belajar dan mengembangkan diri Anda. Dengan cara ini, Anda akan bisa meningkatkan kualitas hidup Anda.

3. Bantu orang lain yang membutuhkan
Salah satu cara terbaik untuk bangkit dari keterpurukan adalah dengan membantu orang lain yang membutuhkan. Dengan membantu orang lain, Anda akan merasa lebih bersyukur atas apa yang Anda miliki dan lebih termotivasi untuk mencapai tujuan Anda.

4. Tetap positif dan jangan pernah kehilangan harapan
Meskipun menghadapi banyak kesulitan, tetaplah berpikir positif dan jangan pernah kehilangan harapan. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Dengan mengikuti tips-tips ini, Anda dapat menerapkan pesan dari kutipan “lantas bisa naik turun ranjang” dalam kehidupan sehari-hari dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Conclusion

Kutipan “lantas bisa naik turun ranjang” dari novel “Hujan” karya Tere Liye memberikan banyak pelajaran hidup yang berharga. Kutipan tersebut mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadaan, selalu berusaha mencari cara untuk memperbaiki diri, membantu orang lain yang membutuhkan, dan tetap positif serta tidak pernah kehilangan harapan.

Dengan menerapkan pesan-pesan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa bangkit dari keterpurukan dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Kita bisa mengatasi kesulitan yang kita hadapi, mencapai tujuan kita, dan membantu orang lain yang membutuhkan.

Ingatlah selalu, setiap orang memiliki kekuatan untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Jangan pernah menyerah pada mimpi Anda, sekecil apapun harapan yang Anda miliki. Dengan perjuangan dan kegigihan, Anda bisa “lantas bisa naik turun ranjang” dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Images References :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *